Langsung ke konten utama

Hidup Damai Tanpa Drama, yuk Terapkan Self Boundaries Berikut!



Self boundaries adalah menentukan batasan yang tegas ke orang lain dan lingkungan sekitar saat berinteraksi yang bertujuan menjaga kesehatan mental, menjadi percaya diri, membuat lebih dihargai dan tidak mudah dimanfaatkan oleh orang lain. Batasan yang diberikan bisa secara fisik, seksual, waktu, materi yang berasal dari prinsip, nilai, keyakinan dan pengalaman seseorang.


Memiliki self boundaries yang jelas mampu menjaga kita dari pengaruh negatif luar. Selain itu, memudahkan dalam mencapai tujuan yang kita inginkan. Contohnya Saat seseorang tidak memiliki self boundaries yang tegas pada fisiknya, maka orang lain akan dengan mudah menyakiti fisik kita. 


Agar mudah diterapkan, berikut jenis-jenis self boundaries yang harus kamu ketahui:
1. Emosi

Jangan biarkan orang lain mudah memainkan emosi dan perasaan kita. Beri perlindungan diri pada perasaan yang kamu miliki seperti perlindungan terhadap berbagai hal yang membuat kamu marah ataupun sedih. Penting untuk belajar memahami emosi diri sendiri.

2. Fisik

Setiap orang berhak untuk memberitahu orang lain terkait sentuhan atau batasan fisik yang kamu terapkan. Batasan fisik penting diperhatikan agar kamu tetap nyaman dalam berinteraksi. Jadi, hargai batasan fisik yang orang lain terapkan ya!

3. Seksual

Saling menahan diri, menghargai dan saling menghormati adalah bagian terpenting pada batasan seksual. Belajarlah untuk mengendalikan hasrat seksual dengan cara menghargai dan menghormati tubuh kita. Beranilah untuk menolak sesuatu yang tidak kamu sukai dan jagalah privasimu.

4. Waktu

Pada batasan waktu, tentukan hal penting yang menjadi prioritas dan tanggung jawabmu. Mulailah mengatur waktu dengan baik agar kamu mampu menghargai waktu untuk diri sendiri dan waktu yang telah ditetapkan orang lain.

5. Materi

Hal ini mengacu pada benda atau barang yang kita miliki seperti sepada, handphone, dan barang lainnya. Jika ingin meminjamkan, alangkah baiknya beri batasan orang lain untuk mengjaga dan merawat barang kita dengan baik. Hal tersebut berguna untuk mencegah kerugian.

6. Tempat kerja

Saat di tempat kerja, penting untuk memperhatikan batasan yang tepat agar tetap bersikap profesional. Jika berinteraksi dengan rekan kerja tidak perlu mencampurinya dengan perasaan pribadi. Misalnya jika rekan kerja mengkritik kinerja kita, tanggapilah dengan santai dan baik.

7. Intelektual

Hargai dan terima perbedaan pendapat, prinsip, dan keyakinan orang lain. Sikap menghargai mampu mencerminkan batasan intelektual yang kita miliki. 


Tanpa kamu sadari dengan menerapkan Self boundaries yang jelas dapat memberikan manfaat berikut:

1. Terhindar dari Konflik yang Melelahkan 

Adanya batasan membuat diri sendiri tidak gampang untuk terpengaruh dan menuruti keinginan orang lain yang tidak sejalan dengan prinsip kita. Kamu bisa menolaknya dengan baik sehingga menghemat waktumu dan terhindar dari Konflik yang tidak penting.


2. Pandai Menghargai 

Saat memberikan batasan, kamu akan sadar bahwa orang lain juga perlu diberikan batasan yang serupa. Dari situlah rasa saling menghargai batasan masing-masing menjadikan hubungan lebih sehat.


3. Memiliki Ruang untuk Bertumbuh

Menetapkan batasan semakin membuat kamu lebih percaya diri dan mandiri. Selain itu, kamu juga punya ruang untuk mengenali diri sendiri. Alhasil, kamu jadi tahu apa yang kamu senangi dan mampu mengembangkannya.



Lalu, bagaimana cara menerapkan Self boundaries? Berikut cara sederhana yang bisa kamu terapkan:
1. Membuat batasan yang jelas

Berikan batasan untuk sesuatu yang tidak kamu senangi. Kamu bisa membuat list apa saja hal-hal yang tidak sesuai dengan prinspmu dan tidak kamu senangi jika orang lain melakukannya kepadamu.


2. Berani Mengkomunikasikan Keinginan

Setelah batasan yang kamu buat jelas, komunikasi ke orang-orang di sekitarmu dengan bahasa yang baik dan mudah di mengerti. Hal tersebut bertujuan agar orang lain menghargai batasan yang kamu buat.


3. Fokus Menghargai dan Mencintai Diri Sendiri

Tidak perlu menunggu orang lain untuk dihargai dan dicintai. Kamu bisa melakukannya sendiri seperti beli sendiri barang yang kamu inginkan, menonton film kartun kesukaan, makan makanan favorit, mengunjungi tempat yang kamu inginkan dan masih banyak lagi cara untuk mencintai diri sendiri.


Itulah beberapa penjelasan singkat terkait self boundaries. Jangan lupa diterapkan ya! Sayangi dan cintai dirimu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Culture Shock Mahasiswa Rantau di Jogja

Pikirku doi istimewa, setelah berkelana ada yang jauh lebih istimewa darinya, apa itu? Jogja Istimewa.   20 tahun hidup di satu pulau bagian timur Indonesia, tumbuh berkembang di lingkup masyarakat yang cukup individualis dan berwatak keras. Namun, setelah memasuki tahun ke dua menjadi mahasiswa rantau di kota Istimewa mampu mengubah wajah judes dan suara ketus menjadi lebih lembut dan sedikit beradab akhlaknya. Jogja erat akan budaya dan tata krama, pikirku pernyataan tersebut hanya cerita di televisi saja. Faktanya, Jogja adalah kota pusat warisan budaya, khususnya keraton, tamansari, prambanan dan masih banyak lagi warisan budaya lainnya. Warga Jogja sangat menjunjung tinggi adab dan tata krama.  5 Culture Shock Mahasiswa Rantau Indonesia Timur di Jogja 1. Kebiasaan menganggukan kepala Salah satu kebiasaan warga Jogja yang terkesan aneh bagi pendatang adalah kebiasaan menganggukkan kepala sambil tersenyum dan mengucap kata “monggo” saat berpapasan dengan orang lain. Ha...

Maraknya Kasus Pelecehan Seksual Pada Anak

  Hilangnya Moral Kaum Lelaki Indonesia   Oleh: Dea Amalia Putri Melalui tulisan ini, saya ingin sedikit mengeluarkan keresahan saya sebagai seorang perempuan mengenai kurangnya moral masyarakat Indonesia tentang kasus yang akhir-akhir ini sedang hangat diperbincangkan dan membuat naik pitam seluruh masyarakat Indonesia utamanya kaum perempuan. Sungguh kaum laki-laki Indonesia krisis moral, meski tidak semua. Bagaimana tidak? Kasus tersebut mengenai kasus pelecahan atau kekerasan seksual pada perempuan. Perempuan sebagai tolak ukur majunya peradaban tidak sepantasnya mendapatkan perlakuan layaknya binatang. Dimana akal seorang lelaki ketika melakukan tindakan tak bermoral itu? Apalagi yang menjadi korban kebanyakan adalah anak-anak dibawah umur. Banyak pula kasus kekerasan seksual yang dilakukan di sekitar lingkungan anak-anak. Banyak berita disurat kabar menceritakan seorang Ayah yang sudah kewajibannya melindungi anak perempuannya malah dengan tega menggauli anak kandungny...