Langsung ke konten utama

5 Alasan Siswa Pintar di Sekolah Cenderung Gagal di Kehidupan Nyata


Seringkali kita melihat realita kehidupan, orang yang dulunya jenius masuk ke dalam daftar siswa berprestasi, mendapat rangking dan ikut olimpiade tetapi setelah lulus ternyata gagal menjalani kehidupan nyata. Meskipun tidak semua siswa seperti itu, namun tidak dapat dipungkiri terkadang kita sering melihat hal tersebut terjadi di realita kehidupan kita bahkan bisa jadi teman kita yang menjadi korbannya. Tentu kita turut prihatin melihat kejadian seperti itu, mengapa hal tersebut bisa terjadi? Berikut kami rangkum 5 alasan siswa pintar di sekolah cenderung gagal di kehidupan nyata.

  1. Berfokus pada teori tanpa praktik

Saat sekolah, siswa hanya berfokus cara mendapatkan nilai yang tinggi tanpa mempraktikkan teori yang didapat untuk kehidupan nyata. Alhasil saat belajar, siswa hanya berfokus menghapal teori saja seperti rumus matematika yang dipelajari tidak dipakai di kehidupan nyata.


  1. Terlalu Individualis dan menutup diri

Karena merasa dirinya pintar seperti tidak membutuhkan teman lain, siswa jadi cenderung memiliki lingkungan sosial yang sempit. Selain faktor kepintaran, dibutuhkan jalinan relasi yang baik dengan orang-orang di sekitar untuk memudahkan dalam menggapai tujuan kedepannya.


  1. Terjebak ekspektasi yang di buat

Merasa dirinya pintar tanpa ada niatan untuk meningkatkan kemampuan dirinya di bidang lain, membuat siswa pintar memiliki ekspektasi tinggi bahwa setelah lulus hidupnya jadi mudah dengan mengandalkan nilai yang tinggi saja. Alhasil mereka kurang mempersiapkan diri untuk menghadapi kehidupan nyata. Karena kurangnya persiapan yang matang, terkadang membuat  mereka gagal dalam mengerjakan sesuatu.


  1. Pendidikan sekolah yang tidak sesuai kebutuhan kerja

Sistem pendidikan menjadi salah satu alasan siswa cenderung gagal dalam menghadapi kehidupan nyata. Sekolah hanya mengajarkan teori saja tanpa memberitahu cara menggunakan teori yang dipelajari di kehidupan nyata sehingga membuat siswa kesulitan menghadapi dunia kerja. Siswa tidak diajari cara menghadapi dunia kerja, cara berkomunikasi yang baik dan segala kemampuan dasar lainnya.


  1. Faktor Takdir dan Keberuntungan

Manusia memiliki takdir, nasib dan rezeki yang berbeda-beda. Semua itu sudah diatur baik oleh Tuhan. Pada dasarnya semua siswa adalah pintar selagi ada keinginan untuk belajar meningkatkah kemampuan diri. Selalu ingat bahwa tidak ada usaha yang sia-sia di mata Tuhan. Jadi, jangan lupa berusaha agar takdir berpihak pada mu.


Itulah beberapa alasan siswa pintar cenderung gagal dalam kehidupan nyata. Namun, tolong di garis bawahi bahwa tidak semua siswa pintar di sekolah berakhir buruk di kehidupan nyata. Selagi kita ingin berusaha menjadi lebih baik lagi tentu kedepannya semua akan baik-baik saja sesuai dengan apa yang kita usahakan sekarang. Semangat dan tetap terus belajar.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Kapurung" Kuliner Khas Sulawesi Selatan

  Berkunjung ke Sulawesi tak lengkap rasanya bila belum mencicipi kuliner khasnya. Apa lagi kalo bukan kapurung makanan khas pulau sulawesi. Kapurung adalah makanan khas yang berasal dari Sulawesi Selatan. Meskipun berasal dari Sulawesi Selatan, tetapi makanan tersebut juga sangat di minati oleh masyarakat Sulawesi Tenggara, Selawesi Utara, dan Sulawesi Tengah. Pulau sulawesi merupakan wilayah penghasil sagu terbesar ke tiga di Indonesia setelah Riau dan Papua.  Apa bahan dasar membuat kapurung? Sagu merupakan bahan dasar dalam membuat kapurung. Tahapan dalam menyajikan makanan ini terbilang cukup mudah. Terlebih dahulu, pati sagu di aduk agar tidak menggumpal, lalu di siram dengan menggunakan air panas sambil di aduk hingga berubah tekstur menjadi kenyal dan lengket. Setelah bahan utama kapurung selesai, umumnya masyarakat sulawesi memadukannya dengan sayur-sayuran hijau, jantung pisang, kuah dari rebusan ikan, dan kacang goreng yang dihaluskan yang di satukan dalam satu wada...