Seringkali kita melihat realita kehidupan, orang yang dulunya jenius masuk ke dalam daftar siswa berprestasi, mendapat rangking dan ikut olimpiade tetapi setelah lulus ternyata gagal menjalani kehidupan nyata. Meskipun tidak semua siswa seperti itu, namun tidak dapat dipungkiri terkadang kita sering melihat hal tersebut terjadi di realita kehidupan kita bahkan bisa jadi teman kita yang menjadi korbannya. Tentu kita turut prihatin melihat kejadian seperti itu, mengapa hal tersebut bisa terjadi? Berikut kami rangkum 5 alasan siswa pintar di sekolah cenderung gagal di kehidupan nyata.
Berfokus pada teori tanpa praktik
Saat sekolah, siswa hanya berfokus cara mendapatkan nilai yang tinggi tanpa mempraktikkan teori yang didapat untuk kehidupan nyata. Alhasil saat belajar, siswa hanya berfokus menghapal teori saja seperti rumus matematika yang dipelajari tidak dipakai di kehidupan nyata.
Terlalu Individualis dan menutup diri
Karena merasa dirinya pintar seperti tidak membutuhkan teman lain, siswa jadi cenderung memiliki lingkungan sosial yang sempit. Selain faktor kepintaran, dibutuhkan jalinan relasi yang baik dengan orang-orang di sekitar untuk memudahkan dalam menggapai tujuan kedepannya.
Terjebak ekspektasi yang di buat
Merasa dirinya pintar tanpa ada niatan untuk meningkatkan kemampuan dirinya di bidang lain, membuat siswa pintar memiliki ekspektasi tinggi bahwa setelah lulus hidupnya jadi mudah dengan mengandalkan nilai yang tinggi saja. Alhasil mereka kurang mempersiapkan diri untuk menghadapi kehidupan nyata. Karena kurangnya persiapan yang matang, terkadang membuat mereka gagal dalam mengerjakan sesuatu.
Pendidikan sekolah yang tidak sesuai kebutuhan kerja
Sistem pendidikan menjadi salah satu alasan siswa cenderung gagal dalam menghadapi kehidupan nyata. Sekolah hanya mengajarkan teori saja tanpa memberitahu cara menggunakan teori yang dipelajari di kehidupan nyata sehingga membuat siswa kesulitan menghadapi dunia kerja. Siswa tidak diajari cara menghadapi dunia kerja, cara berkomunikasi yang baik dan segala kemampuan dasar lainnya.
Faktor Takdir dan Keberuntungan
Manusia memiliki takdir, nasib dan rezeki yang berbeda-beda. Semua itu sudah diatur baik oleh Tuhan. Pada dasarnya semua siswa adalah pintar selagi ada keinginan untuk belajar meningkatkah kemampuan diri. Selalu ingat bahwa tidak ada usaha yang sia-sia di mata Tuhan. Jadi, jangan lupa berusaha agar takdir berpihak pada mu.
Itulah beberapa alasan siswa pintar cenderung gagal dalam kehidupan nyata. Namun, tolong di garis bawahi bahwa tidak semua siswa pintar di sekolah berakhir buruk di kehidupan nyata. Selagi kita ingin berusaha menjadi lebih baik lagi tentu kedepannya semua akan baik-baik saja sesuai dengan apa yang kita usahakan sekarang. Semangat dan tetap terus belajar.

Komentar
Posting Komentar