Langsung ke konten utama

Apakah Kamu Berkelas? 5 Tanda Kamu Orang Berkelas




Semua orang bisa memiliki uang milyaran dan hidup yang berkelimpahan, tetapi tidak semua orang bisa memiliki kelas seperti sikap, kewibawaan dan kharismatik. Ungkapan “you can make money, but you can’t buy class” sejalan dengan tanda apakah kamu memiliki kelas dalam kehidupan. Berikut kami rangkum 5 tanda orang berkelas.

Disiplin dalam segala hal

Orang berkelas sangat menghargai dirinya dan orang lain. Mereka sangat memperhatikan penampilan berpakaian. Tidak hanya di acara resmi saja, namun di kehidupan sehari-hari mereka tampil bersih. Selain itu, mereka juga sangat menghargai waktu saat bekerja dan bertemu dengan orang-orang.


Selalu bersikap sopan santun

Pembawaan orang kelas sangat santun, kalem dan penuh etika. Mereka selalu menunjukkan pembawaan yang menunjukkan kualitas dirinya mulai dari cara berbicara, bahasa tubuh dan cara berinteraksi dengan orang di sekitarnya.


Lebih banyak bertindak daripada berbicara

Dalam membuat dan mengambil keputusan atau janji, mereka sangat berhati-hati sehingga yakin sanggup untuk menepatinya Orang sukses senang berinisiatif dalam suatu kegiatan yang membuat dirinya berkembang ke arah yang lebih baik..


Memiliki selera yang elegan dalam segala hal

Selera orang berkelas sangat berbeda dengan selera orang-orang pada umumnya. Orang berkelas cenderung memiliki selera tinggi dan terkesan elegan. Hal tersebut terlihat dari cara mereka dalam memilih seni, dekorasi, fashion, makanan dan barang yang berkualitas. Orang berkelas sangat mementingkan kualitas daripada kuantitas meskipun harganya mahal.


Memiliki kegiatan kesukaan

Selain sibuk dalam mengurus bisnis dan pekerjaan, orang berkelas memiliki satu kegiatan yang sangat disenangi. Kegiatan tersebut mampu memberikan pengalaman, membuka wawasan dan menambah relasi. Kegiatan yang biasa dilakukan orang sukses seperti membaca buku, berolahraga, menulis, berkebun dan kegiatan kreatif lainnya. 



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup Damai Tanpa Drama, yuk Terapkan Self Boundaries Berikut!

Self boundaries adalah menentukan batasan yang tegas ke orang lain dan lingkungan sekitar saat berinteraksi yang bertujuan menjaga kesehatan mental, menjadi percaya diri, membuat lebih dihargai dan tidak mudah dimanfaatkan oleh orang lain. Batasan yang diberikan bisa secara fisik, seksual, waktu, materi yang berasal dari prinsip, nilai, keyakinan dan pengalaman seseorang. Memiliki self boundaries yang jelas mampu menjaga kita dari pengaruh negatif luar. Selain itu, memudahkan dalam mencapai tujuan yang kita inginkan. Contohnya Saat seseorang tidak memiliki self boundaries yang tegas pada fisiknya, maka orang lain akan dengan mudah menyakiti fisik kita.  Agar mudah diterapkan, berikut jenis-jenis self boundaries yang harus kamu ketahui: 1. Emosi Jangan biarkan orang lain mudah memainkan emosi dan perasaan kita. Beri perlindungan diri pada perasaan yang kamu miliki seperti perlindungan terhadap berbagai hal yang membuat kamu marah ataupun sedih. Penting untuk belajar memahami emosi d...

5 Culture Shock Mahasiswa Rantau di Jogja

Pikirku doi istimewa, setelah berkelana ada yang jauh lebih istimewa darinya, apa itu? Jogja Istimewa.   20 tahun hidup di satu pulau bagian timur Indonesia, tumbuh berkembang di lingkup masyarakat yang cukup individualis dan berwatak keras. Namun, setelah memasuki tahun ke dua menjadi mahasiswa rantau di kota Istimewa mampu mengubah wajah judes dan suara ketus menjadi lebih lembut dan sedikit beradab akhlaknya. Jogja erat akan budaya dan tata krama, pikirku pernyataan tersebut hanya cerita di televisi saja. Faktanya, Jogja adalah kota pusat warisan budaya, khususnya keraton, tamansari, prambanan dan masih banyak lagi warisan budaya lainnya. Warga Jogja sangat menjunjung tinggi adab dan tata krama.  5 Culture Shock Mahasiswa Rantau Indonesia Timur di Jogja 1. Kebiasaan menganggukan kepala Salah satu kebiasaan warga Jogja yang terkesan aneh bagi pendatang adalah kebiasaan menganggukkan kepala sambil tersenyum dan mengucap kata “monggo” saat berpapasan dengan orang lain. Ha...

Maraknya Kasus Pelecehan Seksual Pada Anak

  Hilangnya Moral Kaum Lelaki Indonesia   Oleh: Dea Amalia Putri Melalui tulisan ini, saya ingin sedikit mengeluarkan keresahan saya sebagai seorang perempuan mengenai kurangnya moral masyarakat Indonesia tentang kasus yang akhir-akhir ini sedang hangat diperbincangkan dan membuat naik pitam seluruh masyarakat Indonesia utamanya kaum perempuan. Sungguh kaum laki-laki Indonesia krisis moral, meski tidak semua. Bagaimana tidak? Kasus tersebut mengenai kasus pelecahan atau kekerasan seksual pada perempuan. Perempuan sebagai tolak ukur majunya peradaban tidak sepantasnya mendapatkan perlakuan layaknya binatang. Dimana akal seorang lelaki ketika melakukan tindakan tak bermoral itu? Apalagi yang menjadi korban kebanyakan adalah anak-anak dibawah umur. Banyak pula kasus kekerasan seksual yang dilakukan di sekitar lingkungan anak-anak. Banyak berita disurat kabar menceritakan seorang Ayah yang sudah kewajibannya melindungi anak perempuannya malah dengan tega menggauli anak kandungny...